HUBUNGAN ERAT ANTARA PENYAKIT DAN GOLONGAN DARAH
Rata-rata
orang pasti mengetahui golongan darahnya. Mengetahui golongan darah itu penting , yaitu apabila anda suatu saat
terserang penyakit yang membutuhkan darah dengan cara tranfusi darah.
Kesesuaian Golongan darah juga merupakan syarat mutlak dalam transplatasi organ
tubuh (penggantian organ tubuh kita dengan menggunakan organ tubuh orang lain
atau hewan)
Ketidak cocokkan golongan darah sangat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh , dan dapat sangat membahayakan yaitu terjadinya komplikasi penyakit organ tubuh seperti Gagal Ginjal, Pembekuan darah (yang menyebabkan stroke ataupun kerusakan organ , yang dapat berujung pada kematian.
Pengetahuan Dasar tentang Darah
- Darah
memiliki bangun yang sama (jika dilihat dengan microscope)
- Sel darah
merah disebut juga dengan nama Eritrosit , berfungsi membawa oksigen (O2) dari
paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
- Sel darah
mengandung hemoglobin yang diproduksi di sumsum tulang.
- Sel darah
putih disebut dengan nama Leukosit.
- Leukosit
diproduksi oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran
darah.
- Leukosit berperan sangat penting dari sistem kekebalan tubuh karena Leukosit
menghasilkan antibodi yang bertugas melawan virus, jamur, bakteri, dan parasit
penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
-Trombosit adalah
elemen dalam darah yang berperan utama dalam pembekuan darah, dalam peristiwa pendarahan jika jumlah
trombosit kurang maka darah akan sulit berhenti keluar karena tidak beku.
Jumlah trombosit normal adalah 150.000–400.000 trombosit per mikroliter darah.
-Plasma darah
adalah elemen dalam darah yang berfungsi menyatukan semua proses dalam darah,
jadi semacam mediator , dalam kimia disebut sebagai katalisator.
Masih banyak istilah yang lain dalam pengetahuan mengenai darah namun sampai disini dulu pembahasan tentang istilah-istilah dalam ilmu tentang darah.
Apa golongan
darah anda
Ada empat jenis golongan darah utama , yaitu A, B, AB, dan O .
Tipe A
memiliki antigen A
Tipe B
memiliki antigen B
Tipe AB
memiliki keduanya
Tipe O tidak
memiliki keduanya
Anda mungkin belum tau golongan darah anda positif atau negatif , apa artinya ?Tapi saat ini kita hanya akan membahas tentang karakteristik manusia dengan golongan darahnya, yaitu :
Resiko
pendarahan à Golongan darah O
Dalam kasus kecelakaan biasanya darah keluar dari tubuh melalui bagian tubuh yang mengalami kecelakaan. Transfusi darah biasanya dilakukan. Dalam banyak penyebab, pendarahan dapat dihentikan dan kehilangan darah diganti dengan transfusi , tetapi orang dengan golongan darah O beresiko lebih tinggi mengalami pendarahan yang tidak terkontrol , itu adalah hasil penelitian terbaru .
Resiko penyakit jantung dan kondisi pembekuan darah
Para dokter dan peneliti percaya bahwa orang dengan golongan darah A, B dan AB memiliki resiko jantung koroner, karena peningkatan kadar penanda inflamasi dan protein tertentu dalam darah yang menyebabkan pembekuan darah .
Artinya
bahwai peningkatan resiko tromboemboli vena , yang merupakan gumpalan darah
yang mulai dalam vena (berlawanan dengan arteri). Perkiraannya tidask selalu
sama alias bervariasi , tetapi fakta ini merupakan hasil penelitian terbaru yang
di adakan oleh sekelompok peneliti, dan selama ini sangat akurat , yaitu benar
bahwa orang dengan golongan darah A, B dan AB lebih beresiko bahkan bisa
mencapai dua kali lipat terserang penyakit jantung Koroner dibanding golongan
darah lainnya.
Berikut perbandingannya :
Orang dengan golongan darah A memiliki resiko serangan jantung 24% lebih tinggi dibandingkan golongan AB atau O .
Untuk stroke
, orang dengan golongan darah AB beresiko 83% lebih tinggi dibanding lainnya.
Resiko Stroke pada golongan darah
Serangan jantung dan stroke juga merupakan masalah pembekuan . Yaitu jika ada darah yang menggumpal sehingga aliran cairan darah terhalangi ketika menuju ke jantung , itu adalah yang dinamakan serangan jantung , dan jika itu menghalangi aliran darah ke otak maka itu adalah stroke.
Gangguan Memory Otak
Hasil dari sebuah penelitian tahun 2014 oleh sejumlah ilmuwan Syaraf/ Neurology di Eropa, lebih dari 1.000 orang bergolongan darah AB beresiko 82% lebih besar terkena gangguan kognitif (gangguan yang berkaitan dengan peningkatan usia) dibandingkan orang dengan golongan darah lainnya.
Hasil lainnya adalah orang dengan golongan darah O dapat lebih terlindungi dari masa lah kerusakan memori atau penurunan fungsi memori, termasuk penyakit Alzhimer. Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam sebuah majalah bulletin bernama Brain Research Bulletin menemukan bahwa dari 189 orang ang telah menjalani MRI otak , otak mereka memiliki golongan darah 0 memiliki materi abu-abu terbesar diotak mereka , memberikan kemungkinan perlindungan terhadap demensia (Dementia atau demensia adalah penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir.)
Resiko kondisi perut
Hubungan antara golongan darah , kanker lambung dan tukak lambung pertama kali ditemukan pada tahun 50-an . Sejak itu , penelitian tambahan telah memberikan bukti lebih lanjut tentang tautan itu .
Sebuah
penelitian pada tahun 2010 yang diterbitkan dalam American Journal of Epidemiology
menyimpulkan bahwa orang dengan golongan darah A memiliki resiki tertinggi
terkena kanker lambung , sementara orang dengan golongan darah O berada pada
resiko lebih besar untuk tukak lambung.
Resiko Kanker Pankreas atau Diabetes
Kanker prankreas adalah penyabab utama kelima kematian akibat kanker di AS . bentuk kanker agresif ini juga memiliki salah satu tingkat kelangsungan hidup terendah . Sejak tahun 1940-an para peneliti telah menyadari antara golongan darah dan kanker pankreas .
Tetapi selam bertahun-tahun , hasil studi tentang jenis apa yang menimbulkan
resiko lebih besar telah dicampur.
Dalam
beberapa kasus , golongan darah A diyakini sebagai yang terparah ; Studi lain
pada pasen kankeer pankreas menemukan prevelensi golongan darah B.
Penelitian yang lebih baru menemukan bahwa , secara umum orang dengan selain golongan darah O beresiko lebih besar terserang
Diabetes atau pun kanker Pankreas.
Tetapi jawaban yang lebih pasti telah ditemukan oleh sebuah penelitian besar
2010 dari konsorsium Kelompok Kanker Pankreas (PanScan) yang mencakup 1533
orang dengan kanker pankreas.
Para peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki golongan darh A dengan satu
mutasi gen spesifik berada pada resiko tertinggi .
Temuan lain yang disetujui sebagian besar peneliti adalah bahwa orang dengan
darah tipe O memiliki tingkat kejadian kanker pankreas terendah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar